SELAMAT DATANG

SELAMAT DATANG DI WEBSITE PROMOSI "KABUPATEN KEPULAUAN ARU, PROVINSI MALUKU, INDONESIA"

ARCHIPOLAGO NEWS

POTENSI SUMBER DAYA ALAM

Dengan predikat sebagai Kabupaten Kepulauan, maka Kepulauan Aru memiliki potensi Sumber Daya Alam dan Sumber daya Hayati  yang beragam dan melimpah. Potensi  Sumber Daya Alam di kabupaten Kepulauan Aru yang dapat dikembangkan mejadi potensi ekonomi untuk Kepulauan Aru adalah sebagai berikut : 
1.    Tanaman pangan. Lahan yang digunakan sekitar 1.355ha dengan luas panen 1.299 ha potensi perkembangan     produksinya sebesar 10.123,8 ton
2.    Perkebunan. Luas lahan digunakan adalah 235.337 ha dengan potensi pengembangan sebesar  24.747 ha
3.    Peternakan. Luas lahan yang digunakan adalah 22.536,6 ha
4.    Kehutanan. Khusus peruntuhan hutan produksi, di Kabupaten Kepulauan Aru dialokasikan seluas 181.138,2546 ha. Hutan Konservasi dan bagian tertentu wilayah laut di Kepulauan Aru telah dikelompokan ke dalam beberapa fungsi peruntukan kawasan berupa : cagar alam laut dan suaka margasatwa. Kabupaten Kepulauan Aru memiliki hutan konservasi seluas 338.909 ha.

Selain itu wilayah Kepualauan Aru memiliki panjang paintai yang cukup panjang, wilayah pesisir dan  laut yang sangat luas serta memiliki potensi sumber daya pesisir dan laut yang mencakup :

1.  Komoditi Ikan 
Jenis ikan yang memiliki nilai ekonomis penting  adalah  Tenggiri Bulat (Scomberomorus), ikan Tenggiri Papan (Scomberomorus Guhatus) dan ikan Kerapu (Epinephelus Spp). Data produksi tahun 2005 untuk jenis ikan Tenggiri dan ikan Kerapu adalah 291,9 ton dan 108,1 ton dengan nilai produksi sebesar Rp. 1.897.350.000. dan Rp 864.808.000 dan mengalami kenaikan pada tahun 2006 menadi 1.451,7 ton dan 354,6 ton dengan nilai produksi sebesar Rp. 9.436.050.000 dan Rp. 2.836.800.000.

2.  Komoditi Udang dan Lobster
Ada 3 (tiga) jenis udang yang mempunyai nilai ekonomis penting yaitu Udang Tiger/Udang Windu/Udang Pacet (Penacus Monodom/Jumbo Or Tiger Prown), Udang Banana/ UdangJerbung/ Udang Kelong/ Udang Putih/Udang Kendul (Penacus Merguinsis, Penacus Indicus, Panalirus Vusicolor/White or Banan Prawn) dan Lobster. Pada Tahun 2005 produksi Udang Tiger mencapai 192,8 ton dengan nilai Rp. 3.856.000.000, Udang Banana mencapai 262,4 ton dengan nilai Rp. 2.624.000.000, dan Lobster 76,9 ton dengan nilai Rp 2.676.000.000. sedangkan pada  Tahun 2006 produksi Udang Tiger mencapai 845,2 ton dengan nilai Rp. 16.904.000.000, Udang Banana mencapai 1.063,6 ton dengan nilai Rp. 10.636.000.000, dan Lobster 29,7 ton dengan nilai Rp 1.224.000.000.

3.  Komoditi Taripang / (Holothure Sp)
Salah satu komoditi non ikan yang juga mempunyai nialai ekonomis penting adalah Taripang/ Sea Cucumber, dimana pada tahun 2005 produksinya mencapai 271,6 ton dengan nilai Rp. 13.580.000.000, dan pada tahun 2006 produksinya mencapai 66,2 ton dengan nilai Rp. 3.310.000.000.

4.  Komoditi Rumput Laut (Echuma Sp)
Hampir seluruh perairan pantai kepulauan Aru memiliki potensi Rumput Laut/ Sea Weed, namun sampai saat ini belum dimanfaatkan secara baik. pada tahun 2005 produksinya mencapai 10,3 ton dengan nilai Rp. 77.250.000, dan pada tahun 2006 produksinya mencapai 22 ton dengan nilai Rp. 164.250.000.

5.  Komoditi Kerang Mutiara (Pinctada Maxima)
Kerang Mutiara merupakan komoditi yang sangat terkenal di Kabupaten Kepulauan Aru dan merupakan komoditi primadona masyarakat Aru, pada tahun 2005 produksi mutiara mencapai 149,1 ton dengan nilai Rp. 1.491.000.000, dan pada tahun 2006 meningkat menjadi 226,2 ton dengan nilai Rp. 2.262.000.000. dan kabanya bahwa Mutiara yang terdapat di Kabupaten Kepulauan Aru adalah Mutiara yang memiliki kualitas terbaik di dunia.

Sumber: http://www.bkpmd-maluku.com

MOHON MAAF JIKA TAMPILANNYA KURANG BERKENAAN; MOHON KOMENTAR ANDA